Live Draw HK Nowgoal Judi Slot Online Judi Slot
Poker Online

Dihajar Tottenham 1-6, Luke Shaw Sadar Siri: Kami Membuat malu

Dihajar Tottenham 1-6, Luke Shaw Sadar Siri: Kami Membuat malu

Dihajar Tottenham 1-6, Luke Shaw Sadar Siri: Kami Membuat malu, Bek kiri Manchester United, Luke Shaw mengaku jika kekalahan 1-6 yang dialami teamnya saat melayani Tottenham, adalah hal yang membuat malu.

Dalam pertandingan ini, Manchester United sebenarnya unggul terlebih dulu karena eksekusi penalti Bruno Fernandes saat pertandingan baru saja berjalan dua menit.Tetapi, idn poker sampai disana saja keunggulan United. Spurs sukses mengubah score karena tindakan Tanguy Ndombele serta Son Heung-min.

Selesai kartu merah Martial, Spurs makin menggila dengan meningkatkan 4 gol lagi hingga sukses akhiri pertandingan dengan kemenangan 6-1.

Pernyataan Luke Shaw

Selesai laga, Shaw juga mengaku jika teamnya selama ini masih jauh dari apakah yang mereka harap.

“[Kekalahan ini berlangsung karena] minimnya fokus dan kekeliruan, kekeliruan lagi, kekeliruan lain. Kami mematikan diri. Betul-betul menyakitkan,” tutur Shaw.

“Manchester United semestinya tidak kalah dengan langkah ini. Betul-betul menyakitkan, ini membuat malu serta kami sudah menyedihkan beberapa orang. Kami sudah menyedihkan diri kami serta staf,” paparnya.

“Siapa saja yang ada di atas lapangan, berapa saja skornya, beberapa pemain di atas lapangan ialah beberapa orang yang perlu bertanggungjawab,” tegasnya.

Perlu Bercermin

Selanjutnya, Shaw juga memandang jika teamnya harus bercermin hasil dari negatif ini buat mengenali kekeliruan mereka serta bangun di pertandingan seterusnya.

“Kami dikasih strategi, tanggung jawab yang penting dilaksanakan beberapa pemain, tapi saat Anda ada di atas lapangan, manager bisa memberi pendapat, tapi kami ada di atas lapangan,” papar Shaw.

“Kami perlu bercermin, sekarang ini kita masih jauh dari kemauan kita. Kemungkinan mujur kami dapat istirahat saat ini. Saat kami bermain dengan sepuluh orang kemungkinan kami menyerah, tidak ada ciri-ciri di atas lapangan. Kami begitu pendiam serta lugas. Ada beberapa kesalahan, kami perlu melakukan perbuatan semakin banyak,” sambungnya.

“Kekalahan ini membuat malu. Saya malu di lapangam. Kami perlu bercermin pada diri kami,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post